Over time Management

Sering kita mendengar keluh kesah sekolah yang akan menghadapi Akreditasi menerapkan manajemen lembur (Over time management), tidak menutup kemungkinan tidak hanya sekedar overtime tetapi ada beberapa sekolah yang timnya tidur di sekolah hanya untuk menyiapkan perangkat sekolah yang akan di ajukan. lembur semacam ini harusnya tidak ada kalau para pimpinan sekolah menerapkan manajemen yang benar sedari awal dan dikerjakan denan sungguh-sungguh dan mengesampingkan kerjaan yang lain. dalam tim harus menghilangkan egoisme sehingga akan terjadi tim yang kompak, solid, kerja dengan senang tanpa di bawah tekanan. dan hasil yang di capaipun akan sesuai dengan harapan, karena setiap anggota tim pasti akan berdoa hasilnya akan bagus.
Dalam anggota tim pun sebaiknya jangan sampai ada yang bilang bahwa ini kerja saya atau ada yang merasa sebagai atasan dalam bekerja. semua adalah tim yang tentunya saling bahu membahu, tolong menolong.

Para piminan sekolah harus menjadi leader yang mengedepankan kepemimpinanya, jangan sampai sebagai pimpinan kalau di tanya tidak tahu, tetapi mestinya harus mencarikan solusi atau mencari solusi bersama. Sebagai pemimpin juga harus mengetahui, bahwa anak buah yang sedang bekerja juga senang kalau di tengok dalam bekerja.

Kalau sekolah dalam menyiapkan Akreditasi masih dengan over time management, mau dan harusnya sekolah mengimplementasikan manajemen mutu apapun bentuknya, dan semua warga sekolah harus mendukung sepenuhnya. untuk itu sosialisasi dalam penerapan manajemen mutlak diperlukan.
Dengan Manajemen mutu, masihkah akan ada over time management?

 

 

 

Categories: Bebas | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Over time Management

  1. Asslkm Ru…!
    Wah! Kamusku +lengkap. Ada idiom baru. ‘Overtime management’. Top tenan istilahe cik Ru ! Tapi ngabangke kuping ya… Yen nurut saya,sekali lagi,nurut saya lho,mestinya ga ada itu overtime management kalo setiap insan berusaha mencapai 2 target disetiap pelaksanaan tugasnya. Itu lho Ru,target waktu sama target mutu. Sama to dengan sholat itu? Mesti tepat waktu dan juga khusyu ? Juga ga beda dengan aturan dokter utk makan. Tepat waktu,gizinya juga pas takaran sesuai dg kebutuhan. Tapi ya itu Ru,gedang woh pakel, alias omong gampang leh nglakoni angel! Kebanyakan orang,suka ntarsok-ntarsok utk ngerjakan tugas yg sdh porsinya, seolah tahu besok msh punya waktu. Dan lbh parah lagi, untuk model orang yg pake jam berbahan karet di mindsetnya gini,paling pinter cari alasan ketika ditagih hasil kerjanya. Naaa….disinilah sekali lagi,nurut saya, kepemimpinan seorang pemimpin mesti maju. Kasih tugas yang jelas, pelaksana tugas diberi waktu dan kepercayaan utk selesaikan tugas smbl tetap diawasi, pd waktunya sang komandan meminta hsl kerja utk dievaluasi. Bila hsl sdh oke,jgn lupa rewardnya, tp kalo hsl blm spt yg diharapkan, koreksi bersama kenapa itu bisa terjadi,dan beri waktu si pelaksana utk memperbaiki. Ngono po yo Ru?
    Eh,yen dirimu punya idiomatik yg top gitu,aku ya punya, tapi ga top gitu, wong cuma ‘management sapi perah'(tetap bisa dipertanggungjawabkan sbg sebuah sistem management). Wis tau ngerti?

  2. Contoh yang ibu sampaikan memang betul dan harusnya demikian, tetapi kayaknya masih banyak para pemimpin kita kurang empati terhadap partner kerjanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: